Puskesmas Tanjung Laut

Minggu, 01 Juni 2008

mao stoprokok (bag.2)

CARA MUDAH BERHENTI MEROKOK
[17/01/2008, 07:20:11]
Di antara para perokok pasti ada yang ingin berhenti merokok tapi mereka tidak bisa. Salah satu sebabnya karena mereka tidak tahu cara berhenti merokok. Di sini saya ingin berbagi pengalaman dengan para perokok bagaimana cara berhenti merokok sesuai dengan pengalaman saya. Berikut uraiannya.

RUMUS BERHENTI MEROKOK BERHENTI MEROKOK (BM) = N X U X E X D

Keterangan :

* N = NIAT
* U = USAHA
* E = EVALUASI
* D = DOA

NIAT
Segala sesuatu di awali dengan niat. Untuk berhenti merokok kita harus memiliki niat yang sangat kuat dan benar-benar ingin berhenti merokok (motivasi yang kuat). Karena berdasarkan pengalaman pribadi, saya pernah gagal berhenti merokok. Hal ini di sebabkan karena saya memiliki niat untuk berhenti tetapi tidak didorong oleh keinginan yang kuat berhenti merokok. Sebab ternyata niat saja tidak cukup tapi juga harus didorong oleh motivasi yang kuat berhenti merokok. Jika tidak yang dari awal kita sudah berniat untuk berhenti, bisa saja di tengah atau di akhir proses pemberhentian niat kita jadi melenceng atau hilang yang pada akhirnya berujung pada kegagalan, untuk itu niat harus benar-benar kita jaga. Maka dari itu niat kuat yang didorong dengan motivasi yang besar harus di miliki sejak awal.


USAHA
Orang yang sudah ketagihan dengan rokok biasanya tidak mungkin langsung dapat berhenti total kecuali ada sebab tertentu. Diperlukan usaha yang keras untuk melakukannya. Berikut beberapa usaha untuk berhenti merokok.

* Mengurangi Jumlah Rokok.
Saya mulai berhenti merokok dengan mengurangi jumlah rokok yang dihisap per harinya. Seharinya saya bisa menghabiskan satu bungkus rokok. Hari pertama mulai berhenti merokok saya masih menghisap satu bungkus rokok, hari kedua 10 batang, hari ketiga 8 batang, hari ke empat 6 batang, hari ke lima 5 batang, hari ke enam 5 batang, hari ke tujuh 4 batang, berkurang seterusnya sampai akhirnya dalam satu hari saya tidak merokok dan itu membutuhkan waktu yang lama.


* Perbanyak Membaca Tentang Rokok
Selain itu saya juga banyak membaca tentang rokok. Ternyata semakin banyak baca saya semakin tahu kalau ternyata rokok itu sangat mengerikan. Rokok bagaikan serigala berbulu domba. Rokok sangat disayang oleh begitu banyak orang di seluruh dunia, bahkan kalau membeli rokok pun tidak pernah ditawar meskipun harganya naik dari tahun ke tahun.

Dalam satu batang rokok mengandung 10.000 radikal bebas dan tidak kurang dari 4000 bahan kimia berbahaya lainnya. Jadi baca buku tentang rokok juga merupakan salah satu usaha berhenti merokok.

* Beritahu Teman
Hal yang satu ini sangat penting mengingat biasanya seseorang merokok karena pengaruh teman. Dengan memberitahu teman kalau kita sudah berhenti merokok diharapkan pengertian dari mereka, sehingga ketika kita bersama teman tidak di tawari rokok karena mereka sudah tahu kalau kita berhenti merokok.

Setelah saya berhasil tidak merokok dalam satu hari saya merasa senang. Tapi setelah 1-2 minggu tidak merokok saya merasa pusing, enek, mual, kadang gemetar, lemas,lemah, lesu, tidak bersemangat. Lalu saya tidak tahan dengan kondisi tersebut dan saya merokok lagi selama satu bulan.

EVALUASI
Evaluasi sangat penting di lakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana keberhasilan kita. Dari sinilah kita tahu di mana letak kekurangan dan kesalahan kita sehingga kita bisa memperbaikinya. Mengingat hal ini sangat penting saya lalu melakukan evaluasi atas usaha saya selama ini, dari situ saya tahu bahwa saya telah gagal.

Saya menerima kegagalan itu dan saya berusaha bangkit. Justru dari kegagalan itulah saya jadi lebih mengerti bahwa untuk melakukan perubahan dari yang tadinya tidak baik menjadi lebih baik di butuhkan pengorbanan dan perjuangan yang keras. Lalu saya kembali melakukan usaha berhenti merokok.

DOA
Ada orang yang memulai dan malakukan suatu pekerjaan diimbangi dengan doa. Tetapi ada juga yang sering melupakan hal yang satu ini. Sebenarnya disadari atau tidak doa merupakan bagian penting dalam setiap melakukan hal. Biasanya doa di lakukan sebelum, ketika, dan sesudah melakukan suatu hal sesuai dengan keyakinan masiang-masing.

Dengan berdoa kita yakin bahwa ada yang diharapkan kepada Sang Khalik atas apa yang kita lakukan. Karena bagaimanapun manusia berencana Allah SWT jua yang menentukan. Dialah Yang Maha membolak-balikkan dan menguatkan hati seseorang. Doa itu sangat dan jangan sampai di tinggalkan. IKHTIAR TANPA DOA ITU SOMBONG, BERDOA TANPA IKHTIAR ITU MALAS.

Dan dengan tekad yang bulat, saya kembali mencoba berhenti merokok meskipun saya tahu apa yang akan saya rasakan. Sampai pada akhirnya saya berhasil berhenti merokok sampai sekarang, Alhamdulillah.

Sumber : http://luta67.blogspot.com


Atau Anda bisa juga mencoba Tips Dibawah ini.

1. Langkah awal, temukan dulu motivasi. Apa yang membuat Anda ingin berhenti merokok. Apakah itu keluarga, teman atau kesehatan. Jadikan motivasi itu sebagai pondasi. semakin kuat pondasi, maka akan semakin sulit niat Anda untuk hancur.

2. Tanamkan secara kuat di pikiran Anda mengenai bahaya dan kerugian merokok. sehingga Anda akan berpikir dua kali ketika akan menghisap rokok.

3. Jangan berpikir bahwa anda membutuhkan rokok. Lawan semua pikiran tersebut. Sehingga ketergantungan Anda akan rokok akan hilng sedikit demi sedikit.

4. Gunakan cara apapun untuk melawan keinginan merokok. Mulai dari menggunakan permen karet sampai ikut sesi terapi untuk menghilangkan kebiasaan merokok. Tidak perlu malu mengikuti terapi semacam itu. Selama Anda memang punya tujuan yang baik.

sumber : smokingcard.info
posted by Puskesmas Tanjung Laut at 16.59 0 comments

Mau Stop Roko (bag.1)

STOP MEROKOK…? INI HADIAHNYA

Semua orang juga tahu kalau merokok itu berbahaya. Tapi ya kita nggak perlu ngomongin itu lebih jauh. Tapi yang penting, gimana perokok bisa memulai berhenti menghentikan kebiasaan yang mengancam kesehatan itu. Nah, berikut langkah-langkah yang bisa bantu kamu berhenti ngerokok plus, kamu dapat hadiah apa jika bisa kuat berhenti merokok dalam jangka waktu yang lama. Makin lama hadiahnya makin besar lho!


Minum Banyak air
Meminum air putih akan membantu mengeluarkan nikotin dan bahan kimia lainnya dari tubuh lebih cepat. Gunakan sedotan untuk memenuhi keinginan merokok.

Bernafas Dalam-dalam
Kebanyakan orang tidak memaksimalkan kemampuan paru-paru mereka. Hiruplah nafas dalam-dalam 10 kali, hembuskanlah perlahan-lahan dan matikan api dari 'lighter' Anda. 'Take a deep breath' jangan lakukan 'cigarette break'

Tunda
Tundalah menyalakan rokok pertama Anda selama 1 jam setiap hari. Saat keinginan untuk merokok muncul kembali, tundalah selama setengah jam. Anda berkuasa penuh saat Anda mengatakan TIDAK.

Lakukan sesuatu yang berbeda
Janganlah langsung merokok saat pertama kali merasakan keinginan untuk merokok. Tunggulah beberapa menit dan lakukanlah aktivitas yang berbeda. Ubahlah kebiasaan Anda!

Nah, ini hadiah buat kamu yang udah sukses berhenti merokok. Hadiah langsung tanpa diundi. Ingat, sehat itu mahal lho.

20 menit
Tekanan darah dan denyut nadi kembali normal

8 jam
Kandungan Nikotin dan karbon monoksida dalam darah turun setengahnya. Kandungan oksigen kembali normal

24 jam
Kandungan karbon monoksida akan hilang. Paru-paru mulai membersihkan lendir dan zat-zat lain yang disebabkan oleh rokok.


48 jam
Tidak ada lagi nikotin yang tersisa di dalam tubuh anda. Kemampuan penciuman dan merasakan meningkat.

72 jam
Pernafasan menjadi lebih baik, saluran ke arah paru-paru mulai bekerja pada level normal dan level energi tubuh meningkat.


2 - 12 minggu
Sirkulasi darah semakin baik

9 bulan
Masalah pernafasan (batuk-batuk, nafas terengah-engah) dapat diatasi karena fungsi paru-paru meningkat 10 %.

1 tahun
Risiko serangan jantung berkurang setengah dari orang yang merokok.

10 tahun
Risiko kanker paru-paru berkurang setengah orang yang merokok.

15 tahun
Risiko serangan jantung berkurang menjadi sama dengan seseorang yang tidak pernah merokok.


Sumber : detikhot.com
posted by Puskesmas Tanjung Laut at 16.55 1 comments

Selasa, 13 Mei 2008

Good Governance_1

Good Governance ? Mulai dari mana….

Selama ini kualitas pelayanan publik masih dirasakan sangat memprihatinkan, ini dapat dilihat dari banyaknya keluhan masyarakat pengguna pelayanan di unit-unit pelayanan pemerintahan, coba kita lihat di Kaltim Pos pada kolom Rakyat Bicara, Suara Masyarakat Samarinda dan sejenisnya, jangan ketinggalan Halo Pakwali pada halaman Halo Bontang. Tuntutan akan pelaksanaan Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) terus bergulir seiring dengan meningkatnya pengetahuan masyrakat dan pengaruh globalisasi.

Berbagai metode, pendekatan dan instrumen manajemen digunakan di berbagai satuan kerja untuk meningkatkan kinerja dan pada akhirnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat seperti Total Quality Management (TQM), Gugus Kendali Mutu (GKM), Customer Satisfacions Index (CSI), Customer Report Card (CRC), Balanced Score Card (BSC), ISO 9000; 14000 dan masih banyak lagi.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN) bekerja sama dengan Badan Kerjasama Teknik Jerman Gesellschaft fur Tecnische Zusammenarbeit –Support for Good Goernance (GTZ-SfGG) melaksanakan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dengan partisipasi masyarakat yang dimulai dari pengelolaan keluhan masyarakat di beberapa derah pilot project, hingga dibuatlah sebuah metode/instrumen yang dinamakan Manual Praktis Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Partisipasi Masyrakat dalam Rangka Mewujudkan Kepemerintahan yang Baik, atau biasa disebut “Manual Praktis” (MP).

Penerapan Manual Praktis ini bertolak dari Keluhan/Pengaduan (complaint) Masyarakat Pengguna Pelayanan (Customer) sehingga Customer/masyarakat ikut terlibat dan punya rasa ikut memiliki (self of belonging) selain itu biayanya pun relative murah. Sedangkan metode/instrument-instrument sebelumnya bertolak dari Penyedia Pelayanan (Provider) dan atau pihak ketiga (consultant). Disamping memerlukan biaya yang cukup besar masyarakat/pengguna biasanya tidak tahu/mengerti penerapan suatu metode di sebuah unit pelayanan public apa lagi rasa memiliki.

MenPAN telah menerbitkan Surat Edaran nomor : SE/20/M.PAN/6/2004 untuk menyebarkan Buku Manual Praktis tersebut agar bisa dimanfaatkan di daerah-daerah yang lebih luas. Namun Hal ini harus disertai dengan kecukupan jumlah fasilitator yang berkualitas di daerah-daerah. Oleh karena itu MenPAN bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) melaksanakan Latihan Fasilitator Penerapan Manual Praktis Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Dalam Rangka Mewujudkan Kepemerintahan yang Baik di daerah-daerah. Fasilitator bisa berasal dari Penyedia Pelayanan yang notabene PNS atau masyarakat, LSM, ormas yang peduli pada peningkatan pelayanan publik.

Pemerintah Bontang bekerjasama dengan PKP2A LAN Samarinda dan GTZ-SfGG telah menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Penerapan Manual Praktis Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Partisipasi Masyarakat dalam Rangka Mewujudkan Kepemerintahan yang Baik, atau biasa disebut Training of Facilitator angkatan ke-7 (TOF-7). TOF-7 dilaksanakan di Pendopo Walikota selama enam hari (Selasa,22 April s/d Sabtu, 26 April 2008) yang diikuti oleh 35 peserta, 23 peserta dari instansi pelayanan publik dilingkungan pemkot Bontang dan 12 peserta lainnya utusan dari instansi pelayanan public di kabupaten/kota lain. Dinas Kesehatan sendiri menirimkan empat orang yang mewakili Dinas Kesehatan dan tiga Puskesmas dibawah jajarannya. Dalam kesempatan itu Bapak Wali Kota Bontang, dr. H. Andi Sofyan Hasdam, SpS, yang sempat memberikan sambutan dan sekaligus membukanya secara resmi, menyambut dengan baik metode ini dan ingin menerapkannya di unit-unit pelayanan masyarakat Kota Bontang terutama Pelayanan Kesehatan. Semoga terlaksana dan…Fasilitator, kutunggu peranmu…@wan

posted by Puskesmas Tanjung Laut at 10.01 1 comments

Jumat, 18 April 2008

puskesmasTLbontang

“ROKOK” Buah Simalakama

It’s 1st , before “say No to Sigarette”

Kebiasaan merokok sudah terjadi di masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu kala. Para petani menyukai rokok kawung, yang mereka linting sendiri. Rokok ini berisi tembakau yang dibungkus sendiri dengan menggunakan daun kering. Para penguasa kolonial Belanda yang ada di Indonesia menyukai rokok cerutu, khususnya cerutu impor buatan negara mereka sendiri.

Rokok juga dianggap sebagai simbol dari keakraban diantara warga. Pernahkan Anda diundang untuk acara selamatan atau keagamaan oleh tetangga, yang kemudian disajikan rokok yang ditempatkan di dalam gelas pada saat acara pembacaan do’a telah selesai dilakukan ?

Tembakau merupakan salah satu kekayaan alam dan sumber pendapatan Indonesia yang pada tahun 2001 menghasilkan cukai sebesar Rp 16.500 miliar, dan tahun 2002 ini diperkirakan akan menghasilkan cukai sebesar Rp 22.352,9 miliar.

Saat ini sudah banyak Industri rokok beroperasi di Indonesia, yang jumlahnya mungkin sudah mencapai ratusan perusahaan, ditambah lagi dengan perwakilan perusahaan atau industri rokok asing di Indonesia. Kesemuanya membuat produksi dan konsumsi rokok di Indonesia semakin meningkat, sejalan dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja yang mereka pekerjakan serta cukai rokok yang mereka hasilkan.

Namun, apa saja yang berkaitan dengan rokok agaknya harus dilakukan dengan super hati-hati. Bukan Cuma pabrik rokok dan penghisapnya, tetapi juga biro iklan dan media massa yang membuat dan memasang iklan rokok.

Sudah amat banyak penelitian yang dilakukan para pakar tentang dampak rokok bagi kesehatan, baik kesehatan si perokok sendiri ataupun orang lain di sekitarnya. Tidak ada satu pun yang membuahkan kesimpulan bahwa rokok itu baik bagi kesehatan atau setidaknya bahwa merokok itu tidak membahayakan kesehatan. Sudah tak terbilang banyaknya seminar, ceramah dan tulisan di berbagai media mengenai dampak negatif rokok bagi kesehatan. Entah sudah berapa dana tercurah untuk kampanye anti-rokok. Namun, hasilnya minim, kalau tidak bisa dikatakan nihil. Malah, seperti diakui WITT (Wanita Indonesia Tanpa Tembakau), konsumen rokok justeru meningkat 2,5% dengan orang muda sebagai komponen terbesarnya.

Bak dihembus angin lalu. Begitulah upaya yang telah kita lakukan untuk membuat masyarakat kita menghindari rokok. Apa penyebabnya? Mungkin metode yang dipakai kurang tepat. Mungkin pula pendekatannya yang kurang pas. Mungkin juga kita kurang tegas. Mungkin masih banyak mungkin-mungkin yang lain. Namun, ada satu yang bukan mungkin lagi (artinya pasti) sebagai setidaknya salah satu sebab utama, yaitu karena rokok itu tersedia di sekitar kita.

Pemerintah sendiri kelihatan menerapkan standar ganda dalam hal ini. Di satu pihak ada pejabat yang secara resmi mendeklarasikan dan memelopori gerakan anti merokok. Di lain pihak, pemerintah enggan untuk melarang peredaran rokok. Jauh lagi melarang produksinya. Padahal, kalau pabrik diizinkan berdiri dan berproduksi, jelas mereka akan menuntut diperbolehkan menjual produknya itu. Di sisi lain, karena pemerintah mengizinkan pabrik berdiri dan berproduksi, mau tidak mau harus pula membuka pintu untuk pemasarannya. Selanjutnya, itu berarti pemerintah harus pula memberi kesempatan untuk kegiatan promosinya. Sesuatu yang sangat lumrah dan masuk akal.

Ketika promosi akan dibatasi, sudah barang tentu industri rokok akan berteriak. Salah satu alasan mereka, sebagaimana diberitakan, adalah bahwa di negara maju saja pembatasan promosi rokok tidak menurunkan konsumsi rokok.

Mengingat adanya kampanye anti produk mereka yang giat dilakukan oleh sebagian komponen masyarakat, mereka harus pula sekuat tenaga memasarkan produknya. Kegiatan promosipun akan dilakukan setiap ada kesempatan. Dengan dukungan dana dan kelihaian mencapai khalayak sasaran, tampaknya produsen lebih unggul dalam perseteruan antara yang pro dan yang kontra itu. Mentahlah kampanye anti rokok selama ini. Bagiamanapun juga pro-kontra selalu ada, tiap diri bisa menilai dan alasan untuk bertindak. Tapi bagaimana dengan korban para perokok ?

Perlindungan Bagi Perokok Pasif

Penelitian ilmiah tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada keraguan bahwa merokok secara pasif sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menyebabkan kanker dan banyak penyakit pernafasan serta kardiovaskuler pada anak-anak serta orang dewasa, dan tidak jarang mempercepat kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkesimpulan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi WHO tentang hal ini mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan 100% bebas asap rokok bagi tempat-tempat umum.

Hak untuk mendapatkan udara bersih, bebas dari asap rokok adalah hak umat manusia.

Dengan demikian, kami meminta Yang Punya Wewenang (YPW) untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja, dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang 100% melarang rokok di tempat-tempat umum. Insya Allah, langkah ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita semua. (dari berbagaisumber)….Wan@pkmTL

Label:

posted by Puskesmas Tanjung Laut at 20.59 1 comments